Www informasi terkininews id,Pasar Minggu, 8 Juli 2025 (12 Muharram 1447 H) – Di tengah keutamaan bulan Muharram yang penuh rahmat, umat Islam diingatkan kembali akan bahaya besar dari memutus tali silaturahmi. Dalam banyak dalil, Rasulullah ﷺ dengan tegas memperingatkan bahwa memutus hubungan kekeluargaan bukan hanya dosa besar, tetapi juga penghalang masuk surga.
🔸 Hadis Peringatan: Tidak Masuk Surga Bagi Pemutus Silaturahmi
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (hubungan kekeluargaan).”
(HR. al-Bukhari dan Muslim, dari Jubair bin Muth’im)
Para ulama menjelaskan dua makna dari sabda ini:
1. Bila dilakukan dengan keyakinan bahwa memutus kerabat itu halal, maka pelakunya telah keluar dari Islam dan tidak akan masuk surga selamanya.
2. Jika dilakukan karena lalai atau maksiat, maka orang itu tetap berdosa besar dan akan tertunda masuk surganya, sesuai kehendak Allah.
🔸 Allah Memutus Orang yang Memutus Rahim
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Sesungguhnya rahim itu berasal dari Ar-Rahman. Allah berfirman: Barangsiapa menyambungmu, Aku akan menyambungnya; barangsiapa memutuskanmu, Aku akan memutuskannya.”
(HR. al-Bukhari dari Abu Hurairah)
Ini adalah peringatan keras bahwa Allah sendiri akan memutus kebaikan dari hamba yang memutus hubungan kekeluargaan. Perbuatan ini tidak hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga menjauhkan pelakunya dari rahmat Allah.
🔸 Dampak Sosial dan Spiritual yang Menghancurkan
Memutus silaturahmi bukan hanya menyakitkan, tapi juga mendatangkan laknat, kebencian, dan permusuhan yang meluas. Allah ﷻ berfirman:
“Apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah dan ditulikan telinganya serta dibutakan penglihatannya.”
(QS. Muhammad: 22-23)
Beberapa ulama menafsirkan bahwa “berkuasa” dalam ayat ini bisa berarti menggunakan kekuasaan untuk merusak, atau berpaling dari Al-Qur’an, yang menyebabkan manusia tersesat dan kehilangan arah.
🔸 Dosa yang Dibalas di Dunia dan Akhirat
Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa dosa memutus silaturahmi termasuk yang paling cepat dibalas oleh Allah di dunia:
“Tidak ada satu dosa pun yang lebih pantas disegerakan hukumannya di dunia—selain dari hukuman di akhirat—melebihi kezhaliman dan memutuskan silaturahmi.”
(HR. al-Bukhari dalam Adabul Mufrad, Tirmidzi, Abu Dawud, al-Hakim; disahihkan oleh banyak ulama).
🔸 Ajakan untuk Kembali Menyambung Tali Persaudaraan
Melihat betapa besar ancaman dan kerusakan dari memutuskan tali kekeluargaan, maka sudah sepantasnya setiap Muslim berusaha menyambung kembali hubungan yang terputus, sekecil apa pun itu. Walau mungkin berat, ganjarannya sangat besar di sisi Allah.
“Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua untuk memperbaiki hubungan dan menjaga silaturahmi dengan ikhlas.”
🌙 Doa Penutup:
"Wilujeng netepan tahajjud, parawargi. Mugia urang sadayana aya dina inayah Allah SWT sareng salamina dilimpahkan rahmat, berkah, taufik sareng hidayah ti Gusti Nu Maha Asih."
Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.
✍️Pewarta :
R. PRIHATANTO, S.Si,
Iditor : ifa
Informasi terkininews id
